Thursday, December 25, 2014

Kenapa Imajinasi itu penting.. ?

"Imajinasi lebih penting daripada Ilmu Pengetahuan"
  (Albert Einstein)


Hayalan, mimpi, semuanya berawal dari sana, karya-karya para ilmuwan maupun seniman berawal dari hayalan mereka bukan dari hasil ilmu pengetahuan yang mereka miliki, ilmu pengetahuan hanya melengkapi untuk mewujudkan sebuah ide dan gagasan dan tanpa ilmu pengetahuan yang mumpuni sebuah ide hebat sekalipun takkan terwujud menjadi nyata.
Mari kita lihat dalam konteks pendidikan di Indonesia, di Indonesia sistem pendidikan selalu menekankan pada ilmu pengetahuan semata, tanpa merangsang munculnya ide-ide hebat. Hal tersebut akan membunuh kreatifitas. Ki Hajar Dewantara, Bapak pendidikan Indonesia menyebut SEKOLAH itu sebagai TAMAN, artinya taman adalah tempat bermain dan bersenda gurau di tamanlah ide-ide besar lahir yang nantinya dilengkapi oleh ilmu pengetahuan untuk mewujudkannya
          Sebagai generasi penerus yang mementingkan dunia pendidikan, mari kita kembalikan lagi sekolah ke dalam bentuk taman yang mengedepankan kreatifitas dan Inovasi, maka akan terwujudlah belajar

Monday, December 22, 2014

Pentingnya Pendidikan Musik Pada Kurikulum Sekolah


Musik adalah bahasa yang universal, bahasa yang dapat dimengerti oleh semua kalangan tanpa mengenal batas wilayah dan Negara sekalipun. Seorang pencipta lagu dapat mengungkapkan isi hatinya melalui alunan irama yang harmoni untuk menyampaikan pesan kepada pendengarnya, yang akhirnya pendengarpun paham apa maksud dan pesan yang ingin disampaikan oleh penciptanya, melalui instrument musik maupun vokal. Hanya dengan alunan dari rangkaian harmoni serta pola-pola irama yang diinginkan, pendengar dapat menangkap pesan tersebut.
Pertanyaanya dimana letak pentingnya pendidikan Musik di sekolah ?. Pendidikan Musik alangkah bagusnya menjadi pelajaran tersendiri di sekolah, karena pelajarannya yang unik dan berbeda dengan mata pelajaran lainnya. Inti dari pelajaran Musik adalah siswa bisa membaca notasi dan notasi tersebut diterjemahkan dengan instrument Musik maupun Vokal dan ini akan melatih keseimbangan otak kiri dan otak kanan.
Peserta didik belajar tentang harmoni yang bertujuan untuk menggabungkan nada-nada yang selaras hingga membentuk suatu kesatuan yang melahirkan alunan bunyi yang indah, dan apabila satu nada saja yang melanggar hukum harmoni tersebut, bunyi akan terdengar sumbang dan tidak indah lagi. Indonesia Negara yang kita cintai ini, dengan semboyan “Bhineka Tunggal Ika” hanya menjadi slogan dan hanya mimpi untuk bisa mewujudkan walau berbeda namun tetap satu tersebut, salah satu masalahnya adalah karakter manusianya yang tidak siap dan merasa canggung untuk menerima perbedaan dan kita melihat disinilah pentingnya Pendidikan Musik yang mengajarkan tentang harmoni kepada generasi penerus bangsa, yang merupakan salah satu wahana untuk mempersatukan perbedaan serta bisa hidup berdampingan.
Pendidikan Musik mendidik siswa untuk berkonsentrasi, menghargai, jujur, dan bertanggung jawab. Hal itu terlihat sekali pada pelajaran Ensembel ataupun Orkestrasi dalam skala besarnya. Setiap siswa bertanggung jawab terhadap nada-nada yang dimainkannya dan bersikap mandiri untuk tidak menyerahkan tanggung jawab tersebut kepada teman yang lainnya.
Mungkin itulah hal yang sangat mendasar menurut penulis tentang betapa pentingnya Pendidikan Musik menjadi pelajaran tersendiri di Sekolah. Mari kita lihat Pendidikan di Indonesia, pelajaran Musik masuk kedalam muatan lokal Seni Budaya. Pelajaran Musik yang saya maksud disini adalah pelajaran Musik yang membaca notasi, bukan pelajaran Musik Etnik yang tidak membaca notasi, bukannya bermaksud untuk tidak melestarikan dan mengenyampingkan Musik-musik Etnik Nusantara kita. Tetapi Musik barat yang lebih menekankan pada membaca notasi tidak bisa digabungkan dengan pelajaran Seni Budaya.
Mata pelajaran Seni Budaya bertujuan untuk melestarikan Seni dan Budaya nusantara dan nantinya bisa kita tunjukkan pada dunia. Ini akan menjadi identitas tersendiri bagi bangsa kita dengan keunikannya serta peserta didik yang nantinya akan menjadi penerus bangsa akan selalu tetap menghargai budaya sendiri. Sedangkan tujuan dari pelajaran Musik barat yang lebih menekankan pada pembacaan notasi adalah untuk melatih kepekaan emosi, sikap positif dan tanggung jawab yang nantinya akan tercipta karakter yang diinginkan bagi bangsa ini untuk menyongsong masa depan yang lebih damai dan sejahterah.  
Karena itulah pelajaran Musik tidak bisa digabung dengan mata pelajaran Seni budaya, keduanya sama-sama penting dengan manfaat yang berbeda. Menurut penulis jika pelajaran Musik tidak menjadi pelajaran tersendiri, kualitas karakter yang kita harapkan kepada generasi penurus masih jauh panggang dari api, meskipun selama ini kita telah memperkuat mata pelajaran Agama dan Kewarganegaran, namun itu belumlah cukup untuk mendapatkan kualitas karakter yang bagus dan berdaya saing.
Negara-negara maju,seperti di Finlandia yang terkenal dengan Negara super power pendidikan mereka memposisikan pelajaran Musik terpisah dengan mata pelajaran Seni dan keterampilan lainnya begitu juga dengan Jepang, Singapura dan Negara maju lainnya.
Oleh karena itu kita mengharapkan kepada pemerintah dan para pakar pendidikan kita untuk kembali mengkaji ulang dan mengadakan riset tentang seberapa pentingnya pelajaran Musik di sekolah

                                                                                                      Fitratul Huda, S.Pd.